Beautiful Sadness
Apa artinya aku untuk hidupmu?
Penyesalan dan kebahagiaan terkadang hanya menjadi jeritan demi jeritan hati yang mengusik
Kau hadir dalam kebimbangan…
Membawa aku dalam kesedihan dan kebahagiaan yang selalu bergulir dengan apa adanya
Ketika tak sanggup memilikimu, aku hanya tertahan dalam rintihan doa’…
Berharap kau tidak sepertiku…
Berharap kau tersenyum dan bahagia di luar sana…
Mendapatkan cinta yang lain…
Cinta yang membuatmu jauh lebih merasa berarti…
Cinta yang membuatmu jauh lebih dihargai
Aku hanya sepenggal dari banyak kisah yang telah kau lalui dalam hidupmu
Aku hanya hak dari setiap kewajiban yang pernah kau miliki
Aku adalah tangisan dari setiap tawa ketika kau bahagia
Tapi aku tak akan pernah jadi tawa di antara kesedihan-kesedihanmu
Aku adalah luka dan asa yang begitu menyakitimu…
Membawamu dalam keterpurukan yang sebenarnya…tak pernah kuinginkan
Bahkan aku tak tahu…siapa yang lebih terluka?
Aku atau kamu…
Kita berdua hanyalah korban dari perasaan yang selalu teragungkan…
Perasaan bernama CINTA
Entah sejak kapan…
Aku memikirkan rasa ini
Rasa yang tak sebenarnya tak ingin kubagi dengan orang lain selain kamu
Entah sejak kapan kamu ada dalam hidupku meski kau sangat tahu sejak kapan aku dalam hidupmu
Entah demi entah semakin membuatku tersakiti dalam harapan dan impian yang pernah kubangun bersamamu
Begitu dalamnya perasaan ini…
Begitu tingginya perasaan ini…
Begitu hebatnya…
Sehingga kau tak pernah tahu betapa aku begitu mencintaimu, meski begitu terlambat aku menyadarinya
Aku tak pernah tahu kamu ada dimana walau aku tahu kamu selalu berusaha untuk didekatku
Aku terlalu nyata untuk dirimu…
Meski tak bisa kau sentuh…
Tak bisa kau raih dalam pelukan hangatmu…
Sedangkan aku?
Aku terlalu naïf untuk menyadari bahwa kamu telah menjadi abstrak untuk aku cintai
Aku ingin kau tetap bersamaku…
Menjagaku dalam keabstrakan yang kini takkan pernah bisa kupahami
Jadi bayangan untukku ketika matahari didekatku…
Dan menjadi cahaya penuntun ketika bintang tidak bersamaku
Aku mencintaimu…
Mencintaimu dengan rasa yang sesungguhnya…
Rasa yang sebelumnya tak pernah kuakui seperti ini sebelumnya
Note: 31 Desember 2005
